Interaksi Guru dan Murid


Text Box:


INTERAKSI GURU DAN MURID
Oleh : Sarifudin, S.Pd.I, M.Pd


Interaksi seorang guru dengan murid sesungguhnya tidak hanya terjadi pada saat sedang melaksanakan tugas atau selama berlangsungnya dalam pemberian pelayanan pendidikan. Meski seorang guru sedang dalam keadaan tidak menjalankan tugas, atau sudah lama meninggalkan tugas (purna bhakti), hubungan dengan siswanya relatif masih terjaga. Dalam kesehariannya kita bisa melihat kecenderungan seorang guru ketika bertemu dengan  siswanya yang sudah sekian lama tidak bertemu, maka akan bersikap selayaknya sebagai seorang guru.
Dari setiap murid-muridnya. Pada umumnya, sang guru akan tetap menampilkan sikap dan perilaku keguruannya, meski dalam wujud yang berbeda dengan semasa masih  dalam asuhannya. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat yang sangat menyenangkan, bukan hanya suasananya dan teman-temannya, namun juga karena ada guru yang bisa menjadi orang tua dan teman saat di sekolah selain sebagai guru yang sangat dihormati. Guru seharusnya tahu bila ada seorang muridnya yang sedang bermasalah. Bisa dengan melihat keseharian murid di sekolah, data-data nilai murid, keceriaannya dan dari berbagai indikator lainnya. Hanya dengan melihat senyum dan cahaya di sorot mata muridnya, sang guru sudah bisa tahu bahwa muridnya tersebut berpotensi sedang mengalami kesusahan atau permasalahan. Hal ini sepertinya adalah insting seorang guru yang benar-benar menjalani profesinya sebagai panggilan jiwa dan hati nurani, sehingga bisa mengingat detil kecil.  Saat melihat murid yang keceriaannya berkurang, guru akan tergerak untuk mengajak sang murid berbincang berdua untuk mengetahui permasalahan murid lalu memberi nasehat-nasehat dan solusi. Guru pun tak segan untuk datang ke rumah murid untuk menemui orang tua agar permasalahan yang dialami murid tersebut dapat diselesaikan dengan baik yang tidak akan mengganggu aktivitas belajarnya di sekolah. Saat murid nakal guru tak cuma menghukum begitu saja, selalu ada moment berbicara berdua membahas kenakalan tersebut. Murid yang dihukum sejenak memang merasakan kemarahan, namun beberapa hari kemudian akan kembali cair dan normal karena guru menganggap masalahnya sudah selesai.

LihatTutupKomentar