Problematika Figur Guru



PROBLEMATIKA FIGUR GURU
Oleh : Sarifudin, S.Pd.I, M.Pd.
Guru MTs Negeri Majenang Kabupaten Cilacap
                                                           
Guru merupakan pintu masa depan bagi generasi penerus bangsa. Sebagai pintu perubahan generasi bangsa, sosok seorang guru menjadi sorotan masyarakat dan media elektronik dalam setiap sepak terjangnya didunia pendidikan. Anggapan perubahan dunia pendidikan masih sangat bergantung pada figur seorang guru. Guru menjadi seorang figur yang sangat luar biasa di mata masyarakat, karena dianggap mampu dan menguasai segala bidang aspek kehidupan. Tidaklah heran jika keberhasilan dunia pendidikan pada umumnya bergantung pada pola dan strategi seorang guru dalam mensikapi perubahan zaman yang kian lama kian pesat terutama akses informasi multimedia. Menjadi sosok seorang guru bukanlah profesi yang mudah dan bukanlah profesi terakhir dari sebuah perjalan karir seseorang dalam hidupnya. Memilih profesi seorang guru tidaklah mudah karena merupakan figur yang harus menjadi tuntunan baik di hadapan muridnya maupun dalam kemajemukan masyarakat. Sedangkan dalam kesehariannya sosok seorang guru harus bisa menjadi panutan akhlak mulia diseluruh lapisan masyarakat. Betapa banyak pandangan positif dan negatif tentang predikat profesi seorang guru ketika bergumul didalam masyarakat sekitar, sosoknya menjadi perhatian menarik apabila seorang guru memiliki karakter yang tidak sesuai dengan profesinya. Alangkah bijaksananya lapisan masyarakat yang memberikan sandangan panggilan kehormatan terhadap seorang guru ketika bergumul dengan salah seorang guru. Perilaku, tingkah laku, perlakuan dan kepribadian seorang guru di mata masyarakat selalu menjadi sosok yang hangat dengan sapaan “guru”. Menyapa seorang guru sangat erat kaitannya dengan suri tauladan dan wibawa profesi yang disandangnya. Guru yang baik adalah guru yang mengerti aneka perubahan zaman terutama perubahan moral dan mental peserta didik dan masyarakat. Guru sebetulnya tidak hanya orang yang menyandang status sosial secara legalitas formal saja, banyak figur guru yang ada didalam lingkungan keluarga, masyarakat, dan golongan. Figur seorang guru dalam keluarga seperti halnya sosok seorang ayah dan ibu yang senantiasa menjadi pusat perhatian anak-anaknya didalam bersikap, berperilaku, dan bermsyarakat. Figur seorang ayah dan ibu dalam mendidik anaknya sebetulnya bisa tergambar dari apa yang telah ia lakukan setiap harinya baik mendidik secara langsung atau mauun secara tidak langsung. Seorang anak akan langsung melihat dan mencontoh dari apa yang telah orang tua lakukan terhadap tindak tanduk perilaku kesehariannya. Kegagalan moral dan mental seorang anak ada pada pendidikan dalam lingkungan keluarganya. Akan menjadi baik dan buruk karakter seorang anak sangat bergantung bagaimana cara orang tuanya memperhatikan karakteristik anak-anaknya. Berperilaku tidak sopan dan tidak senonoh dari seorang anak dalam kacatama masyarakat selalu berpikiran negatif terhadap pendidikan yang sekarang sedang ditempuh seorang anak. Maka dari itulah pentingnya lingkungan keluarga yang sehat untuk menjadikan seorang anak yang mandiri dan bertanggung jawab atas segala apa yang telah diperbuat. Fungsi keluarga adalah sebagai pelindung dari setiap perlakuan yang tidak baik, ketidak adilan terhadap anak-anaknya, dan setiap orang tua harus bisa memilah dan memilih atas sikap baik buruk si anak. Perubahan karakter anak di sekolah maupun di masyarakat sering berimplikasi pada penilaian individual terhadap mutu pembelajaran dimana si anak tersebut sekolah. Padahal pendidikan yang terpenting dan utama adalah berasal dari kepedulian orang tua terhadap anaknya. Figur guru selanjutnya adalah figur guru ulama, dimana ulama sangat mempunyai pengaruh terhadap pembentukan peradaban akhlak anak didiknya. Sosok seorang ulama menjadi penentu akhlak mulia baik didalam lingkungan tempat seorang anak menimba ilmu agama maupun ilmu sosial. Kepedulian seorang ulama terhadap perubahan moral dan mental anak dalam lingkungannya cukup mendapatkan apresiasi tinggi karena kekharismaan seorang ulama akan menjadikan anak memiliki rasa dan pengikat batin kejiwaan. Kedudukan seorang ulama dalam hati masyarakat mendapatkan status sosial yang berwibawa pada tatanan ranah ilmu keagamaan. Oleh karena itu figur seorang ulama menjadi sosok saka guru dalam pembenahan moral dan mental generasi penerus bangsa. Dengan demikian problematika guru menjadi daya tarik dan perhatian dari berbagai kalangan masyarakat karena status sosialnya dimasyarakat dianggap cukup memberikan harapan generasi penerus bangsa. Sudah selayaknyalah kita menghormati dan memberikan apresiasi tinggi terhadap guru, karena tanpa sosok dan figur seorang guru ranah keilmuan tidak bisa berkembang terkait pengetahuan.              

                                                                                              
LihatTutupKomentar